Kyai di Jawa Tengah Cabuli Santrinya

inilah kegelapan ajaran islam, dimana Ustad yg harusnya sebagai guru, yg harusnya mengajarkan kebaikan, tetapi realitanya berbuat tak baik. ni menunjukan lemahnya posisi wanita dlm agama islam.
mungkin ni implementasi dari Surat Al-Mu’minun ayat 5-6, Al-Ma’arij ayat 29-30, An-Nisa ayat 3 dan 24, serta Al-Ahzab ayat 5, sehingga makin nyata bahwa WANITA adlh korban Prilaku seksual lelaki islam.
KH Abdul Wahid, kiai yg melakukan pencabulan terhadap santriwati akhirnya dinyatakan bersalah pd sidang putusan di Pengadilan Negeri (PN) Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (4/6/2015).
Majelis Hakim menyatakan, terdakwa yg bisa dipanggil Gus Wahid terbukti menyetubuhi empat santriwati di ponpes miliknya berulang kali.
Ketua Majelis PN Bangil I Gede Karang dlm persidangan ni menuturkan, terdakwa jg mengancam terhadap korban-korbannya supaya mau melayani keinginannya.
Kalau tak mau (ngeseks), kamu santri laknat!” begitu kalimat ancaman yg diutarakan Gus Wahid kepada korban pelecehan seksual ketika dipaparkan Majelis Hakim PN Bangil.

 

Para santriwati lugu yg mendapatkan ancaman itu tak bisa menolak, lantaran kiai cabul tersebut merupakan tokoh agama dan masyarakat yg disegani.
Dengan berat hati, terpaksa empat orang santriwati tersebut melayani nafsu bejat sang kiai. Perbuatan cabul kepada santri-santrinya itu terjadi sejak 2007 / berlangsung delapan tahun.
“Berdasarkan bukti-bukti yg dipaparkan selama persidangan, kami nyatakan terdakwa bersalah dan diganjar hukuman 13 tahun penjara dan denda Rp 60 juta, subsider masa penahanan,” demikian putusan I Gede Karang, Ketua Majelis PN Bangil yg kemudian mengetuk palu putusan.
Santriwati di Pasuruan Dipaksa Pijit Alat Kelamin Kiainya

Sebelum menyetubuhi para santriwati, KH Abdul Wahid meminta untk dipijit terlebih dahulu. Permintaan pijat ni merupakan modus dari pemilik Pondok Pesantren (Ponpes) Sabilul Falah, di Dusun Kulonembong, Desa Suwayuwo, Sukorejo, Kabupaten Pasuruan.
Hal ni terungkap ketika Majelis Hakim membuka fakta persidangan pd sidang putusan di Pengadilan Negeri (PN) Bangil, Kamis (4/6/2015).
KH Abdul Wahid yangbiasa dipanggil Gus Wahid itu memanggil santriwatinya masuk ke dlm rumahnya yg berada di lantai 2 ponpes miliknya. Ketika korban sudah di kamar, kiai cabul meminta korban memijat bagian tubuhnya.
Sebelum memijat, korban ditanya oleh terdakwa apakah ia (korban) merupakan santri yg taat. Ketika korban menjawab iya, kiai cabul meminta korban memijat tubuhnya yg kemudian terus meminta memijat alat kelaminnya.
Awalnya, para korban yg berjumlah empat orang ni menolak. Namun, kiai cabul menyebut para korban ni sebagai santri laknat jika tak memenuhi permintaannya. Pun, kiai cabul akan berdoa kepada Tuhan agar orangtua korban mati ditabrak mobil jika tak mau berhubungan badan dengannya.
“Diancam dan disumpahi seperti itu, korban langsung tak berdaya dan membiarkan pakaiannya dilucuti satu per satu hingga akhirnya disetubuhi terdakwa,” ungkap I Gede Karang Anggayasa, Ketua Majelis Hakim PN Bangil.
Perbuatan cabul kepada santri-santrinya itu terjadi sejak 2007 / berlangsung delapan tahun. Para santriwati lugu yg mendapatkan ancaman itu tak bisa menolak, lantaran kiai cabul tersebut merupakan tokoh agama dan masyarakat yg disegani.
Atas perbutannya itu, terdakwa dinyatakan bersalah dan diganjar hukuman 13 tahun penjara dan denda Rp 60 juta, subsider masa penahanan.
Kiai Pezina Santri Layak Mendapat Hukuman Terberat

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kabupaten Pasuruan optimistis Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bangil akan menjatuhi hukuman maksimal terhadap terdakwa kasus pencabulan santri di bawah umur, KH Abdul Wahid.
JPU Ananto mengatakan, tanda-tanda hakim akan mengabulkan tuntutannya sudah terjadi sejak Majelis Hakim yg terdiri dari I Gede Karang Anggayasa SH, Aswin Arief SH, dan Rico H Sitanggang SH, ni menolak eksepsi terdakwa pd Februari 2015.
Ananto menegaskan, ditolaknya eksepsi tersebut secara simbolik sudah menyatakan bahwa semua dakwaan yg dipaparkan di pengadilan sudah terbukti.
“Semua bukti sudah sangat meyakinkan terdakwa patut dihukum maksimal 15 tahun penjara,” kata Ananto kepada Surya online usai sidang.
Gus Wahid -panggilan KH Abdul Wahid- melakukan pencabulan terhadap empat santri yg dididiknya sejak 2007. Jadi, pencabulan itu terjadi selama 8 tahun.
enurut Ananto, terdakwa mencabuli santrinya disertai ancaman. Ada empat saksi korban di bawah umur yg menjadi objek seksualitas terdakwa.
“Tuntutan hukuman maksimal, karena terdakwa merupakan tokoh agama yg seharusnya menjadi contoh baik di masyarakat,” kata Ananto.
Seperti diberitakan sebelumnya, Gus Wahid dituntut hukuman 15 tahun penjara. Dia jg diancaman denda Rp 60 juta, subsider 4 empat bulan penjara.
JPU menuntut terdakwa dgn Pasal 81 Ayat 2 UU RI No 23/2002 Juncto Pasal 65 KUHP.

Video Santri Diperkosa Ustad Kiai Pati

Video Santri Diperkosa Ustad Kiai Pati

suara-pati.top – 16 bocah laki-laki usia 6-12 tahun menjadi korban sodomi kyai Cabul cabul dan kyai pati pelecehan seksual/oral seks oleh pria beristri beranak satu, Raya Sihombing (40) di Dusun Kandista Desa Garut Kecamatan Kandis Kabupaten Siak Provinsi Riau, Kamis (22/2). Sejak terkuaknya kasus sodomi ini ke permukaan membuat gempar masyarakat Kandis sekitarnya. Para orang tua sangat mengkhawatirkan jika tersangka dibebaskan. Malah salah seorang ibu yang memiliki empat putra yang putranya menjadi korban sodomi pelaku, yakni AKN Ny Ristama mendesak polisi agar tersangka Raya Sihombing dihukum mati saja. Kemudian orang tua lain yang juga anaknya jadi korban, Yanto Bukit meminta pelaku sodomi dihukum berat dan jangan tinggal di desa itu lagi.

 

berikut video nya :

Pengasuh Ponpes, Kiai pati Setubuhi 11 Santriwati

suara-pati.top – M. Ibrahim Kholil, 38, kiai pati pengasuh pondok pesantren di Desa Karanganyar, Ambulu, Jember, benar-benar bejat. Dia diduga telah melakukan tindakan biadab dengan menyetubuhi beberapa santri perempuannya.

Bahkan, informasinya, santriwati yang disetubuhi kiai pati cabul itu mencapai sekitar sebelas orang. Namun, hingga saat ini, korban yang melapor secara resmi ke polisi baru tiga orang.

Sisanya, memilih diam karena masih takut melaporkan peristiwa itu ke polisi. kiai cabul kini mendekam di sel tahanan Mapolres Jember setelah statusnya ditetapkan sebagai tersangka. Yang membuat sejumlah kalangan mengelus dada, persetubuhan itu dilakukan tersangka saat memimpin acara istighotsah atau pengajian.

Berdasar informasi dari polisi, aksi bejat tersebut sebenarnya sudah cukup lama. Bahkan, ada korban yang lebih dari setahun diperlakukan seperti itu oleh kiai cabul /mesum itu. Dia menjelaskan, perilaku bobrok tersangka terbongkar setelah keponakan tersangka, Yasid, berniat menikahi salah seorang korban yang berinisial En.

Meski menyatakan menjadi korban, En tidak melaporkan kejadian itu ke polisi. Saat Yasid mengutarakan niatnya, En menuturkan sudah tidak perawan. Tentu saja, Yasid penasaran dan menanyakan siapa pria yang telah merenggut kesucian En.

Akhirnya, En menceritakan sudah disetubuhi kiai tersebut. Bahkan, bukan hanya dirinya yang menjadi pelampiasan nafsu bejat tersangka. Beberapa temannya juga mengalami nasib serupa.

Semenjak itu, kabar tersebut beredar luas hingga akhirnya beberapa perempuan yang merasa menjadi korban dikumpulkan di desa. Akhirnya, tiga perempuan yang masing-masing berinisial Mon, 15, warga Sulawesi; Tik, 16, warga salah satu desa di Ambulu; dan Las, 17, warga Lampung; melaporkan kejadian itu secara resmi ke polisi.

Setelah menerima laporan dari korban, Polres Jember yang melalui unit PPA Polres Jember langsung melakukan visum terhadap ketiganya. Berdasar hasil visum tersebut, diketahui bahwa selaput dara korban sudah rusak. Akhirnya, penyidik segera memanggil tersangka untuk dimintai keterangan.

Selama 8 Tahun Kyai Pati Ini Minta Diservis 7 Santriwatinya

Kyai adalah gelar kehormatan yang diberikan oleh masyarakat pada seseorang yang dianggap alim atau berilmu tinggi. Namun apa jadinya jika ternyata ilmunya tak sejalan lurus dengan perbuatannya.

Adalah Gus Wahid, Kyai terkenal dari Pasuruan yang baru baru ini diberitakan telah berhasil mengeksekusi 7 santriwatinya selama 8 tahun tanpa diketahui oleh masyarakat luas.

Uniknya, sebelum kyai ini melancarkan “usahanya” pada para santriwatinya, Gus Wahid  terlebih dahulu meminta pijet pada mereka. Permintaan ini merupakan taktik modus dari pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Sabilul Falah, di Dusun Kulonembong, Desa Suwayuwo, Sukorejo, Kabupaten Pasuruan.

Hal ini terungkap ketika Majelis Hakim membuka fakta kronologi kejadian dalam persidangan pada sidang putusan di Pengadilan Negeri (PN) Bangil, Kamis (4/6/2015)

KH Abdul Wahid yang akrab dipanggil Gus Wahid itu memanggil santriwatinya masuk ke dalam rumahnya yang berada di lantai 2. Sewaktu santriwati sudah di kamar, Tanpa basa basi Gus Wahid langsung meminta pada para korban agar diberi pelayanan yang “spesial”.

Sebelum minta jatah pada santriwatinya, korban ditanya oleh terdakwa apakah ia (korban) merupakan santri yang taat pada Allah dan Kyainya. Ketika korban menjawab iya, kyai ini meminta pada para korban untuk memijet tubuhnya yang kemudian terus berlanjut pada kegiatan yang terlaknat.

Mulanya, para korban yang berjumlah tujuh orang ini menolak. Namun, kyai ini akan menyebut para santriwati sebagai santri yang dilaknat jika tidak memenuhi permintaannya. Bukan hanya itu, Karena Sang Kyai juga akan berdoa kepada Tuhan agar orangtua korban mati ditabrak mobil jika tidak mau “berkhidmat” padanya.

“Diancam dan disumpahi seperti itu, korban akhirnya ketakutan hingga akhirnya kyai tersebut berhasil mengeksekusi korbannya,” ungkap I Gede Karang Anggayasa, Ketua Majelis Hakim PN Bangil.

Perbuatan yang dilarang oleh agama ini sudah dilakukan sejak 2007 atau berlangsung delapan tahun. Para santriwati lugu yang mendapatkan ancaman itu tak bisa menolak, lantaran kyai tersebut merupakan tokoh agama dan masyarakat yang disegani.

Atas perbuatannya itu, terdakwa dinyatakan bersalah dan diganjar hukuman 13 tahun penjara dan denda Rp 60 juta, subsider masa penahanan.

Penyidik Jateng telah menetapkan kyai pati melakukan pelecehan

Penyidik Jawa Tengah telah menetapkan kiai pati melakukan  kyai pelecehan seksual juru timbang Gudang Bulog Randu Garut, Nurul Huda sebagai tersangka kasus dugaan korupsi beras Bulog senilai kurang lebih Rp 6 Milyar. Nurul Huda langsung ditahan usai diperiksa salama 7 jam lebih, Selasa (5/9) kemarin.

Dengan ditemani sang istri, Huda dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas 1 Kedungpane Semarang. Huda ditahan selama 20 hari kedepan. “ Iya kami tahan selama 20 hari kedepan untuk memudahkan penyidikan,” kata Kasipenkum Kejati Jateng, Sugeng Riyadi, Rabu (6/9) pagi seksual.

Seperti yang diketahui, beras Bulog senilai Rp 6 miliar seksual dilaporkan hilang di Gudang Bulog, Randu Garut , Kota Semarang, pada 4 Juli lalu.

Hingga saat ini, kasus tersebut tengah ditangani Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah. Penyidik Kejati sudah memeriksa lima orang saksi, dan sudah menetapkan satu orang tersangka

kyai pati pelecehan seksual 2017

1. Dituduh kyai pati pelecehan seksual Lakukan Pelecehan Seks oleh Cinta Penelope

Pada Juni 2012, kyai pati berambut gondrong itu pernah diterpa gosip tak sedap. Artis seksi Cinta Penelope mengaku pernah mendapat pelecehan seksual darinya.

Cinta Penelope saat itu menuding Hariri telah berlaku tak sopan kepadanya. Menurut Cinta, Hariri memperlihatkan foto dirinya dengan mengenakan G-String. Masih menurut pengakuan Cinta, Hariri lalu menyampaikan kata-kata tak sopan kepadanya.

Tapi, Hariri membantah tuduhan tersebut. Ia menganggap pengakuan Cinta itu hanya untuk mencoreng namanya saja.

2. Tindih Soundman Saat Tausiah

Ini yang sedang panas dibicarakan. Pada 19 Januari lalu, video ustad Hariri menindih soundman bernama Entis saat tausiah di kawasan Bandung heboh karena beredar di YouTube.

Hariri tampak murka dengan Entis karena dianggap tak sopan kepadanya. Kisah berawal saat Hariri meminta tolong kepada Entis untuk meninggikan volume speaker.

Tapi menurut Hariri, Entis membalas permintaan itu dengan bentakan. Kesalahpahaman pun terjadi hingga akhirnya Hariri kesal dan menindih Entis.

Sang ustad tak menampik memang ada kesalahpahaman yang terjadi. Tapi ia membantah telah menindih kepala Entis karena menurutnya yang ditindih adalah bahu sang soundman.

Karena insiden itu Hariri juga telah meminta maaf kepada Entis secara langsung. Kamis (13/2/2014) malam, Hariri juga menyampaikan permintaan maaf secara langsung lagi lewat tayangan ‘Hitam Putih’ Trans 7.

“Pada prinsipnya saya sebagai manusia kalau saya salah, maka saya minta maaf. Saya akan berterima kasih untuk yang udah meng-upload di YouTube dan berkomentar. Yang udah nonton, yang udah cinta dan benci, saya ucapkan terima kasih,” kata Hariri, Kamis (13/2/2014) malam.

3. Enggan Disebut Ustad

Di tengah kontroversi video marah itu, Hariri menyampaikan sesuatu tentang dirinya. Pria jebolan ajang pencarian dai di televisi itu mengaku belum pantas disebut seorang ustad.

“Saya masih santri kiyai. Saya masih muridnya ustad. Saya masih belajar jadi orang yang lebih baik. Saya ini pendosa. Saya sebut ini teguran dari Allah. Teguran itu diberikan kepada pendosa. Saya akui saya masih banyak dosa. Saya minta maaf ke guru-guru saya, ternyata saya belum bisa jadi murid yang baik,” papar Hariri.

“Yang menyimpan nama ustad itu masyarakat bukan saya. Ketika saya terjun di bidang itu saya nggak pakai itu. Saya dipanggil Akang, nggak dipanggil ustad. Ustad pemberian dari masyarakat. Saya bilang jangan panggil saya ustad, agak aneh. Di Saudi ustad itu S3. Agak aneh juga kalau saya dipanggil ustad,” bebernya lagi.

4. Heran Makin Banyak Undangan Tausiah

Semenjak peredaran video tindih soundman itu, Hariri mengaku kebajiran job.

“Saya malah heran satu hari tujuh panggung. Jam tiga pagi masih ceramah. Jujur saya kerepotan bener-bener tuh. Tapi subhanallah ya luar biasa. Sejak berita ini naik, anehnya kenapa kayak gitu,” ujarnya heran

5. Teror Pasca Peredaran Video

“Katanya sih ada (teror). Ke saya langsung nggak ya. Masih katanya. Kan kalau katanya sih belum jelas,” aku Hariri.

kyai pati pelecehan seksual di indonesia

Kyai pati pelecehan seksual – Belum tuntas kasus dugaan pencabulan siswi SMPN 8 Kota Pasuruan yang dilakukan Ketua Komite Sekolah yang juga anggota polisi aktif, warga kembali dihebohkan dengan kasus pelecehan seksual yang dialami 7 santriwati Ponpes Sabilul Falah di Desa Suwayuwo Kecamatan Sukorejo.

Ironisnya, pelaku pencabulan para santri tersebut merupakan salah satu ustad di ponpes tersebut berinisial AW (67). Kasus ini terkuak setelah para korban melaporkan ke Polres Pasuruan, akhir Oktober lalu. Setelah dilakukan penyelidikan, AW, pun ditetapkan sebagai tersangka kyai .

“Ya sudah ditetapkan sebagai tersangka,” kata Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Pasuruan, Ipda Kusmani, Jumat (21/11/2014).

Perbuatan tersangka ini dilakukan terhadap sejumlah santrinya yang dilakukan sejak tahun 2010 silam. Pelecehan seksual yang dilakukan tersangka yang biasa disapa Gus AW ini dilakukan dengan modus beragam dan berkedok ajaran agama.

Korbannya adalah santrinya yang berbeda usia mulai dari anak-anak hingga remaja. Tiga anak di bawah umur dan empat lainnya di atas 18 tahun. Meski sudah berstatus tersangka, Gus AW, tidak ditahan karena alasan umurnya yang sudah renta. Selain itu, tersangka dianggap kooperatif. Kasus pelecehan ini pun sudah sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Bangil pato.

“Iya sudah pelimpahan tahap satu,” kata Kasie Intel Kejaksaan Negeri Bangi, Beni Hermanto.

Akibat perbuatanya tersangka dijerat pasal 292 KUHP tentang pencabulan dan pasal 81 UU/23/2002 tentang perlindungan anak. pelecehan seksual

kyai pati pelecehan seksual  warga Panjang Jiwo

Seorang ibu berinisial SNS (34) di kyai pati pelecehan seksual  warga Panjang Jiwo, Surabaya, digerebek bersama selingkuhannya di sebuah rumah Blok EA 35 Perum Griya Abadi Bangkalan, Sabtu (26/8/2017) dini hari.

Di rumah kotrakan berwarna hijau kombinasi warna orange itu, ia digerebek Satuan Ops Gabungan Yustisi bersama pria idaman lain (PIL), Agung (27), warga Tambak Wedi, Surabaya.
Aparat gabungan dari unsur Satpol PP, Intel Kodim 0829, dan Polres Bangkalan itu berjumlah kurang lebih 20 orang.

Mereka tiba di lokasi sekitar pukul 23.30 WIB. Selain aparat, suami SNS, NCC (40) beserta putri sulungnya berusia 14 tahun, turut serta dalam pengerebakanseksual.

Baca juga: pelecehan Curiga Istri Selingkuh, Anggota TNI Gerebek Rumah Manajer Perusahaan Rokok seksual

Kepada Surya, NCC mengungkapkan, istri sahnya pergi begitu saja tanpa sebab dan tanpa berpamitan sejak dua bulan lalu.

Upaya pencarian pun dilakukan hingga akhirnya, informasi menuntunnya ke Perum Griya Abadi, Bangkalan.

“Minggat begitu saja, tiga hari menjelang Hari Raya Idul Fitri. Sebelumnya biasa-biasa saja seksual, tidak ada perubahan sikap. Ia tiba-tiba pergi,” ungkap pegawai salah satu hotel di Jalan Mayjen Sungkono, Surabaya itu.

NCC tampak tegar begitu pintu rumah kontrakan itu akhirnya dibuka. Setelah selama 30 menit sebelumnya, pintu itu tertutup rapat.

Kenyataan pahit di depan matanya, amarah yang menyesakkan dadanya, ia alihkan dengan memeluk erat putrinya.

“Meski ia anak tiri (dari suami pertama), tapi sudah tinggal bersama kami sejak kecil,” tutur pria bertubuh kekar itu.

Hal berbeda nampak pada SNS. Ia kaget, wajahnya pucat pasi begitu melihat suami dan putri sulungnya berada di hadapannya.

Ia kedapatan hanya menggunakan kaos jenis tanktop berwana merah muda. Bergegas ia menutupi bagian bawah tubuhnya dengan handuk berwarna putih. Sementara PIL nya, Agung tengah berada di kamar mandi.

Bersama suami sahnya, SNS dikarunia dua anak, laki-laki berusia 7 tahun 5 bulan dan perempuan berusia 6 tahun.

“Awalnya saya reflek hendak meluapkan amarah. Namun dilarang beberapa anggota Kodim pati,” ujar NCC.

Sebagai pengadu, ia berharap pihak kepolisian bisa memproses secara hukum atas tindakan yang dilakukan istrinya.

“Saya juga akan segera memproses cerai, biar cepat selesai,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua RT 2 Perum Griys Abadi, Rudi Indrawan yang ikut mendampingi penggerebekan itu mengatakan, selama ini dirinya belum pernah menerima laporan ijin tinggal dari pasangan tersebut.

“Informasi dari para tetangga, mereka sudah tinggal di situ selama 1,5 bulan yang lalu. Saya tahu ketika didatangi anggota kodim,” katanya.

Dalam penggerebekan itu, aparat mengamankan tutup botol, sedotan, dua ponsel, jam tangan dan dompet.

Keberadaan tutup botol dan sedotan itu memaksa aparat kembali menggeledah rumah itu.

“Kami belum menemukan bukti-bukti adanya penyalahgunaan narkoba jenis sabu dari pasangan itu. Jika nanti hasil tes urine nya positif, kami arahkan direhab,” singkat KBO Narkoba Polres Bangkalan Iptu Eko Siswanto.

Korban kyai Sodomi di pati Bertambah

Jumlah korban sodomi yang dilakukan oleh Fajarudin, warga Tegalgede, Kecamatan Karanganyar Kota, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, terus bertambah. Sampai saat ini tercatat ada 17 orang yang menjadi korban tindakan bejat yang dilakukan oleh pemulung tersebut.

kyai pati sodomi

Wakapolres Karanganyar Kompol Prawoko mengatakan, pada Kamis (23/3/2017) lalu ada seorang korban sodomi yang melapor ke Polres Karanganyar. Korban yang berusia 8 tahun itu datang dengan didampingi oleh kedua orang tuanya.

Kepada petugas, korban mengaku telah disodomi oleh Fajarudin di sebuah lokasi yang ada di Kabupaten Karanganyar beberapa waktu yang lalu. Saat ini, kondisi korban tersebut juga mengalami trauma seperti 16 korban lainnya.

Untuk memperkuat laporan, petugas juga telah mengambil visum et repertum pada tubuh korban sodomi. Hasil visum dan keterangan dari korban dan keluarga itu nantinya didalami untuk diambil langkah berikutnya baik untuk pendampingan atau penanganan lain.

Dengan adanya korban baru tersebut, saat ini jumlah korban menjadi 17 orang. Jumlah tersebut kemungkinan masih bisa terus bertambah, mengingat praktik sodomi yang dilakukan oleh Fajarudin sudah dilakukan sejak tahun 2003.

Dia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat yang mengetahui adanya korban lain atau keluarganya menjadi korban untuk segera melapor ke Polres Karanganyar. Masyarakat tidak perlu risau atau malu karena identitas para korban sodomi dan keluarganya bakal dirahasiakan oleh petugas.

Tidak hanya itu, bagi korban yang melapor nantinya alam diberi pendampingan secara psikologis dan pengobatan luka fisik jika terjadi. Penanganan nantinya bakal dilakukan oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Karanganyar, Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak, serta beberapa lembaga swasta lain yang ada.

“Dari pengakuan tersangka ada 16 korban, namum ternyata jumlahnya bertambah lagi, mungkin tersangka lupa atau berbohong, nanti akan kita dalami lagi,” ucapnya, Sabtu (25/3/2017).

Kasatreskrim Polres Karanganyar AKP Rohmat mengatakan, sejauh ini korban semuanya adalah laki-laki. Namun tidak menutup kemungkinan korban tersebut ada yang wanita, karena tersangka juga mengaku suka dengan lawan jenis dan pernah melakukan hubungan badan beberapa kali.

“Segala kemungkinan bisa terjadi dan kita terus periksa tersangka,” ucapnya.

kyai pati sodomi

Kasus kiai Sodomi Paling Menghebohkan di Indonesia

Kasus kiai Sodomi Paling Menghebohkan di Indonesia

Kasus sodomi anak 5 tahun di Jakarta International School (JIS) jadi perbincangan hangat pekan ini. Kasus ini jadi salah satu dari banyak kasus sodomi yang menghebohkan media.

Kasus JIS bukan kasus sodomi pertama yang menghebohkan media. Tahun 1996 silam kasus Robot Gedek menghebohkan media. Setelahnya Baekuni atau Babe muncul dengan menyeret 14 nama korban.

Berikut 5 kasus sodomi yang menghebohkan media Indonesia seperti

 

1.  Sodomi serta Mutilasi 14 Anak Jalanan
Kasus Baekuni atau dikenal dengan Babe sempat menghebohkan pada Mei 2010 silam. Babe didakwa kasus sodomi dan mutilasi 14 anak jalanan. Babe terbukti melanggar pasal 340 junto 365 ayat 1 KUHP dengan vonis penjara seumur hidup.

Diberitakan Solopos.com, Rabu (6/10/2010), itu lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang sebelumnya menuntut hukuman mati.Hakim menyebut terdakwa Babe telah terbukti membunuh 4 anak pengamen jalanan dan memotong tubuh korban.

“Itu adalah perbuatan sadis yang meresahkan masyarakat. Terdakwa mengakui itu,” ujar hakim. Usai persidangan, Babe terlihat tenang dan menyatakan menerima hukuman yang dijatuhkan padanya itu. “Iya, saya terima,” kata Babe ikhlas.

2. Robot Gedek

Sosok Kriminal Legendaris
Siswanto atau Robot Gedek jadi nama yang cukup lengendaris karena kasus yang nyaris serupa dengan babe. Robot gedek melakukan pembunuhan sadis yang disertai dengan sodomi terlebih dahulu kepada 12 anak.

Si Robot Gedek akhirnya dijatuhi hukuman mati setelah kasusnya terungkap pada 1996 silam.  Dalam aksinya, tuna wisma dan buta huruf ini selalu menyayat dan memotong tubuh korban-korbannya sebelum dibuang. Korban-korban Robot Gedek kemudian ditemukan di daerah Pondok Kopi, Jakarta Timur dan rawa-rawa bekas Bandara Kemayoran, Jakarta Pusat.

Hingga kini hanya delapan dari 12 korban yang berhasil ditemukan. Lima korban ditemukan di Pondok Kopi dan dua lainnya di sekitar Bandara Kemayoran. Sedangkan satu korban lagi, hingga kini masih belum ditemukan oleh polisi.